Walikota Jaktim Resmikan Kafila Sport Center
Walikota Jakarta Timur Drs. H. Murdhani MH, meresmikan Gedung Kafila Sport Center, di Jl. Raya Bogor No. 22, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramatjati, Minggu (15/5). Gedung baru ini untuk melengkapi fasilitas di Yayasan Kafila Thoyiba yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya untuk kaum dhuafa.
Walikota dalam sambutannya mengharapkan, sekolah gratis untuk para kaum duafa yang dibangun oleh Yayasan Kafila Thoyiba ini dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas baik ilmu pengetahuan umum maupun agama. "Sekolah ini memang diperuntukan bagi anak-anak yang kurang mampu dan sekarang telah pula dilengkapi dengan gedung sport center,” ujar Walikota, dalam acara yang juga dihadiri Camat Kramatjati Ucok Bangsawan Harahap ini.
Walikota mengatakan dengan adanya syarat harus hafal Al Quran bagi setiap siswanya, diharapkan sekolah ini dapat menciptakan siswa-siswa yang pandai membaca dan menghafal Al Quran terbaik di Jakarta Timur. "Saya titip apabila ada anak yang pintar di sekitar lingkungan kita tetapi mereka kurang mampu agar dibantu dan memberikan kesempatan dengan merasakan sekolah gratis bagi mereka, sehingga bisa mewujudkan cita cita anak yang kurang mampu dalam merasakan pendidikan di sekolah," ujarnya.
Pada kesempatan ini Walikota juga mengingakan, agar para orang tua lebih meningkatkan komunikasi dengan anak-anaknya. Selain itu jangan ragu untuk memberikan pujian kepada anak yang sudah berhasil meraih prestasi di sekolahnya.
“Saya juga pesan pada para orang tua agar selalu berikan pendidikan ilmu agama di rumah sehingga mereka kelak diharapkan dapat menjadi anak yang soleh,” pesan Walikota.
Ketua Panitia Peresmian Gedung Kalifa Sport Center, Swadika Yanavi, mengatakan, gedung yang baru diresmikan ini dilengkapi beberapa fasilitas diantaranya lapangan futsal dan sarana tempat olah raga lainnya, serta koperasi syariah. Pesantren Kafila Islamic Internasional School sendiri menurutnya dikhususkan untuk anak yatim dan kaum duafa.
“Setiap tahunnya kita menerima murid 25 siswa yang diseleksi dari berbagai daerah diantaranya Jakarta, Bandung, Solo, dan Malang,” kata Swadika.
Setelah melalui tahapan seleksi dan tes, nantinya siswa yang lulus bisa sekolah di pesantren ini tanpa dipungut biaya selama 6 tahun, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Saat ini tercatat ada 72 siswa yang bersekolah, dengan jumlah pengajar sebanyak 17 orang.
“Hampir seluruh siswa di sekolah ini hafal Al Quran, dan pada tahun ini seluruh siswa atau 100 persen lulus Ujian Nasional,” tukasnya. (Idham/Kominfomas JT)


18.23
Tri Surahman


0 komentar:
Posting Komentar